Peringaan Dini Tsunami Pasca Gempa 7,1 SR di Laut Maluku Berakhir

Peringaan Dini Tsunami Pasca Gempa 7,1 SR di Laut Maluku BerakhirJAKARTA, LELEMUKU.COM - Peringatan dini potensi Tsunami pasca gempa bumi dengan magnitudo 7,1 Skala Richter (SR) terjadi di Laut Maluku pada Jumat (15/11), sekitar pukul 01.17 WIT lalu akhirnya dicabut.

Menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) potensi tsunami atau naiknya gelombang air laut akibat gempa tersebut telah berakhir pada pukul 03.48 WIT.

Tsunami sendiri telah mencapai wilayah Kabupaten Halmahera Barat, Kota Ternate, Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara dengan ketinggian bervariasi mulai dari 10 cm hingga 50 cm. Sehingga gelombang tsunami tidak merusak dan hanya mencapai bibir pantai.

Sementara sekitar 11 gempa susulan dilaporkan terjadi pasca gempa besar dengan guncangan paling besar adalah 5,9 SR di Jailolo.

Sebelumnya Kepala Pusat Gempa dan Tsunami, Rahmat Triyono, menyatakan bahwa pihaknya akan selalu melakukan pembaharuan informasi serta memantau secara rinci informasi terbaru dari gempa.

"Tetap waspada dan perhatikan sumber berita dari BMKG, BPBD dan pemerintah. Sehingga masyarakat dapat kembali ke rumah masing-masing. Sebab khawatir dengan gelombang pasang dan gelombang tinggi laut. Kami selalu mengamati perubahaan laut dan akan memberikan update terbaru. Kami juga monitor jika ada gempa susulan," ujar Rahmat Triyono, Kapus Gempa dan Tsunami BMKG.

Dikatakan gempa ini memiliki potensi kerusakan bangunan, sehingga ia akan memperbaharui informasinya.

BMKG melalui akun Twitternya, @InfoBMKG menginformasikan bahwa gempa itu terjadi pada. Pusat gempa berada 22 km barat laut Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar).

Gempa berada di kedalaman 110 km. Lokasi gempa ada di koordinat 1,63 Lintang Selatan dan 126,40 Bujur Timur.

"Potensi tsunami untuk diteruskan pada masyarakat," tulis BMKG. (Albert Batlayeri)
Bagi ke WA Bagi ke G+