BMKG Imbau Masyarakat di Waspadai Puncak Musim Hujan 2019

BMKG Imbau Masyarakat di Waspadai Puncak Musim Hujan 2019


BMKG Imbau Masyarakat di Waspadai Puncak Musim Hujan 2019

Posted: 22 Jan 2019 02:43 PM PST

BMKG Imbau Masyarakat di Waspadai Puncak Musim Hujan 2019JAKARTA, LELEMUKU.COM - Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melanjutkan himbauan yang telah dikeluarkan sebelumnya tanggal 16 Januari 2019, agar masyarakat tetap waspada dan siaga dalam menghadapi periode puncak musim hujan 2019.

"Khususnya akan dampak dari curah hujan tinggi yang akan memicu Bencana Hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang dan angin kencang yang meningkat pada akhir Januari 2019," kata Deputi Bidang Metereologi BMKG, Mulyono R. Prabowo, dalam siaran persnya Selasa (22/1) siang.

Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer (22/1), menurut Deputi Bidang Metereologi BMKG itu, terpantau masih terdapat aliran massa udara basah dari Samudera Hindia yang masuk ke wilayah Jawa, kalimantan, Bali, NTB hingga NTT. Bersamaan dengan itu, masih kuatnya Monsun Dingin Asia beserta hangatnya Suhu Muka Laut di wilayah perairan Indonesia menyebabkan tingkat penguapan dan pertumbuhan awan cukup tinggi.

Dari pantauan pergerakan angin, BMKG mendeteksi adanya daerah pertemuan angin yang konsisten dalam beberapa hari terakhir memanjang dari wilayah Sumatera bagia Selatan, Laut Jawa, Jawa Timur, Bali, hingga NTB dan NTT.

Secara khusus, BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) di Jakarta tengah memonitor adanya tiga bibit badai tropis di dekat wilayah Indonesia. "Salah satu bibit siklon yang saat ini berada di Laut Timor ( 94S) berpotensi meningkat menjadi siklon tropis dalam 3 hari ke depan dan mengakibatkan potensi cuaca ekstrem berupa angin kencang yang dapat mencapai diatas 25 knot terjadi di wilayah Indonesia seperti Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung,  Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan," jelas Mulyono.

Deputi Bidang Metereologi BMKG itu menyampaikan secara rinci wilayah-wilayah yang berpotensi hujan lebat untuk periode 23 – 26 Januari 2019, antara lain: 1. Aceh; 2. Lampung; 3. Banten; 4. DKI Jakarta; 5. Jawa Barat; 6. Jawa Tengah; 7. DI Yogyakarta; 8. Jawa Timur; 9. Bali; 10. NTB; 11. NTT; 12. Kalimantan Utara; 13. Sulawesi Selatan; 14. Sulawesi Tenggara; 15. Papua Barat; dan 16, Papua.

Sedangkan Wilayah-wilayah yang berpotensi hujan lebat untuk periode 27 – 30 Januari  2019, antara lain: 1. Sumatera Selatan; 2. Bangka Belitung; 3. Bengkulu; 4. Lampung; 5. Banten; 6. DKI Jakarta; 7. Jawa Barat; 8. Jawa Tengah; 9. DI Yogyakarta; 10. Jawa Timur; 11. Bali; 12. NTB; 13. NTT; 14. Kalimantan Timur; 15. Kalimantan Utara; 16. Sulawesi Selatan; 17. Sulawesi Tenggara; 18. Maluku; 19. Papua Barat; dan 20. Papua.

Gelombang Tinggi

Tidak hanya hujan lebat, menurut Deputi Metereologi BMKG Mulyono R. Prabowo, masyarakat nelayan dan pesisir juga perlu mewaspadai potensi gelombang tinggi 2.5 hingga 4.0 meter yang diperkirakan terjadi di Perairan Barat P. Simeulue Hingga Kep. Mentawai, Perairan P. Enggano Hingga Barat Lampung, Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan Banten Hingga Jawa Tengah, Samudra Hindia Barat Sumatra Hingga Jawa Tengah, Perairan Utara Kep. Anambas dan Laut Natuna, Laut Jawa bagian Tengah, Laut Bali, Perairan Selatan Baubau – Kep. Wakatobi, Laut Banda bagian Selatan, Perairan Kep. Sermata – Kep. Babar, Laut Arafuru bagian Barat.

Sedangkan potensi gelombang tinggi 4.0 hingga 6.0 meter diperkirakan terjadi di Laut Cina Selatan dan Laut Natuna Utara, Perairan Utara Kep. Natuna, Laut Jawa Bagian Timur Hingga Laut Sumbawa, Selat Makassar Bagian Selatan, Perairan Selatan Jawa Timur Hingga P. Rote, Selat Bali – Selat, Lombok – Selat Alas Bagian Selatan, Samudra Hindia Selatan Jawa Timur Hingga NTT, Perairan Utara Flores, Perairan Kep. Sabalana – Kep. Selayar, Laut Flores, Laut Sawu dan Laut Timor Selatan NTT.

"Masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan dari curah hujan tinggi dan angin kencang yang akan terjadi pada akhir Januari 2019 ini," kata Mulyono seraya menambahkan, dampak dimaksud meliputi  potensi banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin. (HumasBMKG)

Jokowi Ungkap Syarat Pembebasan Abu Bakar Baasyir Termasuk Pengakuan NKRI

Posted: 22 Jan 2019 02:31 PM PST

Jokowi Ungkap Syarat Pembebasan Abu Bakar Baasyir Termasuk Pengakuan NKRIJAKARTA, LELEMUKU.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan penjelasan tentang pertimbangan aspek kemanusiaan untuk Ustaz Abu Bakar Baasyir. Kepala Negara menegaskan bahwa dirinya tidak akan bertindak dengan menyalahi prosedur hukum dalam proses yang dilakukan soal Ustaz Abu Bakar Baasyir.

"Ustaz Abu Bakar Baasyir sudah sepuh dan kesehatannya sering terganggu. Ya bayangkan kalau kita sebagai anak melihat orang tua kita sakit-sakitan seperti itu. Itulah (sebelumnya) yang saya sampaikan secara kemanusiaan," kata Presiden Jokowi usai bersilaturahmi dengan sekitar 300 nelayan dari  seluruh Indonesia, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (22/1) siang.

Meski demikian, Presiden menegaskan dalam prosesnya, terdapat aspek lain yang harus tetap ditaati, yaitu prosedur hukum yang sesuai dengan perundang-undangan.

"Ini namanya pembebasan bersyarat. Bukan pembebasan murni, pembebasan bersyarat. Syaratnya itu harus dipenuhi. Contohnya setia pada NKRI, setia pada Pancasila. Itu sangat prinsip sekali," ujar Presiden.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pembebasan bersyarat Ustaz Abu Bakar Baasyir saat ini tengah dikaji oleh Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan. Untuk  sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, Presiden menyerahkan kepada Ustaz Abu Bakar Baasyir.

"Ini ada sistem dan mekanisme hukum yang harus kita tempuh. Saya disuruh menabrak (sistem) kan enggak bisa. Apalagi sekali lagi ini sesuatu (persyaratan) yang basic, setia NKRI, setia Pancasila. Itu basic sekali," tandasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menegaskan, pemerintah masih melakukan kajian secara lebih mendalam dan komprehensif terkait permintaan pembebasan narapidana kasus terorisme, Abu Bakar Ba'asyir.

Ia menyebutkan, sejak tahun 2017, keluarga Abu Bakar Ba'asyir telah mengajukan permintaan pembebasan karena pertimbangan lanjut usia dan kesehatan yang semakin menurun. Dan, atas dasar pertimbangan kemanusiaan, Presiden sangat memahami permintaan keluarga tersebut.

"Namun tentunya masih perlu dipertimbangan dari aspek-aspek lainnya seperti aspek Ideologi Pancasila, NKRI, hukum dan lain sebagainya," kata Wiranto dalam keterangan pada media di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (21/1) sore.

Abu Bakar Ba'asyir sendiri divonis 15 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 2011. Pimpinan pengasuh Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah itu dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan menggerakkan orang lain dalam penggunaan dana untuk membiayai tindak pidana terorisme. (Setkab)

Cuaca Buruk Sebabkan Bencana Alam di Kabupaten Gowa

Posted: 22 Jan 2019 02:17 PM PST

Cuaca Buruk Sebabkan Bencana di Kabupaten Gowa SUNGGUMINASA, LELEMUKU.COM - Cuaca buruk yang terjadi pada Selasa (22/1) di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan menyebabkan bencana di beberapa titik di Kabupaten Gowa terutama di 7 kecamatan diantaranya Somba Opu, Bontomarannu, Pattalassang, Parangloe, Pallangga, Tombolopao, Bungaya, Parigi dan Manuju.

Di Kecamatan Somba Opu dilaporkan sepanjang Jl. Yusuf Bauty, Perumahan Mutiara Permai, Perumahan Citra Garden, Perumahan BTN Pao – pao Permai, Perumahan Paccinongan Harapan  BTN Polri, Kelurahan Paccinongan  mengalami banjir dengan ketinggian air sekitar 50 CM.

Selanjutnya Perumahan Gowa Mas Indah, BTN Sejahtera, Kelurahan Bonto – Bontoa dengan ketinggian air sekitar 60 Cm, Perumahan Kompleks PU, Kelurahan Tombolo dengan ketinggian air sekitar 60 Cm, Jl. Nuri, Kelurahan Sungguminasa dengan ketinggian air sekitar 50 Cm dan wilayah Borongkaluku Galogoro, Kelurahan Bontoramba dengan ketinggian air 60 Cm.

Di Kecamatan Bontomarannu banjir dengan tinggi 50 CM menggenagi Jl. Poros Malino, Songkolo Link. Cambaya Kelurahan Bontomanai serta di Desa Romangloe.

Selanjutnya di Kecamatan Pattalassang ada dua titik banjir yakni Dusun Tamalayu Desa Pallantikang dengan air menggenangi beberapa rumah warga. Kemudian di Dusun Sileo dan Dusun Japing, Desa Sunggumanai dengan ketinggian air 50 Cm

Kecamatan Parangloe, banjir terjadi di Labbakkang, Desa Belapunranga dengan air menggenangi beberapa rumah warga dengan ketinggian air sekitar 1 meter. Di Lesehan bili - bili, Kelurahan Bontoparang, air menggenangi beberapa rumah makan, ketinggian air sekitar 1 Meter. Dan di Lebong Dusun Bontoloe, Desa Lonjoboko, air menggenangi 4 unit rumah warga.

Kemudian di Kecamatan Pallangga banjir dnegan ketinggan 1,2 meter melanda Perum Nusa Mapala Indah, Kelurahan Pangkabinanga dan Kelurahan Tetebatu.

Sementara di Desa Tonasa, Kecamatan Tombolopao, banjir dengan ketinggian air sekitar 30 Cm rusakkan rumah warga. Dan di Desa Bilalang, Kecamatan  Manuju, air menyeret beberapa rumah warga

Selain banjir dilaporkan terjadi longsor di beberapa titik diantaranya Jl. Poros Malino, Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe, menutup badan jalan. Jl. Dusun Mampua, Desa Datara, Kecamatan Tompobulu, menutup badan jalan. Dusun Bontosuro, Desa Bontomanai, Kecamatan Bungaya, menimbun 1 unit mobil dan 6 ekor sapi

Lalu di Campagogo, Desa Bilanrengi, Kecamata Parigi, menimbun 5 unit rumah. Jl. Dusun Sarite'ne, Desa Bili2, Kecamatan Bontomarannu, menimbun jalan. Dan di Jl. Dusun Lata Desa Pattallikang, Kecamatan Manuju, menimbun badan jalan.

Kemudian, dilaporkan juga adanya jembatan putus di beberapa titik yakni Jembatan Jenelata, Desa Moncongloe dan Jembatan Dusun Limoa, Desa Patalikang, Kecamatan Manuju.

Kendati hanya terjadi dalam kurung waktu kurang dari setengah hari, bencana ini berdampak besar pada Kabupaten Gowa yang memiliki kontur yang berbukit sehingga rentang mengalami longsor terutama ketika curah hujan yang turun sangat tinggi.

Beruntung pada kejadian tersebut tidak korban jiwa, hanya saja banjir merendam rumah, material longsor menimbun badan jalan dan mengganggu arus lalulintas.

Cuaca Buruk Sebabkan Bencana di Kabupaten Gowa Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan meminta warga yang bermukim di sekitar bendungan Bili-bili mengungsi. Karena kondisi bendungan sudah ditetapkan menjadi status waspada.

Ketinggian air bendungan sudah lebih 100 meter. Sehingga dilakukan pembukaan pintu air. Dampaknya, volume air banyak yang tumpah dan mengalir ke pemukiman warga di sekitar bendungan.

"Saya himbau agar masyarakat mengungsi dulu dari aliran hilir bendungan Bili-bili," kata Adnan, Selasa (22/1).

Adnan juga mengajak warga berdoa, agar curah hujan kembali normal.

"Kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT, Amin," ungkap Adnan.

Dikatakan longsor dan jembatan rusak ini dampaknya sangat besar bagi warga setempat yang ingin mengungsi ke kota Gowa harus melewati jalan alternatif. Dikabarkan hampir 1000 lebih pengungsi dari berbagai titik.

Jumlah pengungsi ini terus bertambah jika melihat relawan gabungan yang terdiri dari anggota PMI, Basarnas dan Aparat Keamaanan dengan aktif menjemput dan merespon setiap laporan untuk warga yang terisolasi untuk dibawah ke tempat pengungsian.

Sementara itu Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar MKG (BMKG) Wilayah IV Makassar, Joharman menghimbau warga waspada terhadap hujan lebat dan angin kencang di Wilayah Pesisir Barat dan Selatan Sulawesi Selatan.

Dalam satu hari terakhir tercatat hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat terjadi di Panaikang 122 mm, Maros 133 mm, Hasanuddin 197 mm, Gowa 101 mm, Paotere 84 mm.

"Sedangkan kecepatan angin tertinggi tercatat di Paotere 32 Knot," kata Joharman.

Curah hujan yang tinggi disebabkan oleh adanya daerah tekanan rendah di sekitar Laut Flores dan daerah konvergensi di wilayah Selat Makassar.

Selain itu suhu muka laut yang hangat di perairan Sulawesi Selatan dan kelembaban udara yang juga sangat tinggi menyebabkan potensi pertumbuhan awan hujan sangat signifikan di wilayah Sulawesi Selatan khususnya pesisir Barat .

Dalam beberapa hari kedepan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang diperkirakan masih dapat terjadi di wilayah Sulawesi Selatan bagian Barat meliputi Kota Makassar, Kabupaten Maros, Kab. Pangkep, Kab. Barru, Kab, Gowa, dan wilayah Sulawesi Selatan bagian Selatan meliputi Kabupaten Takalar, Kabupaten Jeneponto, dan Kepulauan Selayar.

Seiring dengan kondisi tersebut, masyarakat dihimbau agar mewaspadai bencana hidrometeorologi yang potensial terjadi dalam beberapa hari kedepan seperti banjir, longsor, dan angin kencang. (Alber Batlayeri/BPBDSulsel)

Kurangi Hoax, WhatsApp Akan Batasi Forward Pesan di Indonesia

Posted: 22 Jan 2019 12:43 PM PST

Kurangi Hoax, WhatsApp Akan Batasi Forward Pesan di IndonesiaJAKARTA, LELEMUKU.COM - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI Rudiantara bertemu dengan Vice President Public Policy and Communications WhatsApp, Victoria Grand, di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (21/1) sore.

Dalam pertemuan itu, Menkominfo Rudiantara dan Victoria Grand membahas langkah nyata untuk mengurangi penyebaran hoaks atau kabar bohong yang sangat cepat viral melalui aplikasi pesan instan WhatsApp.

Humas Kemenkominfo dalam siaran persnya Senin (21/1) malam mengemukakan, upaya pengurangan penyebaran informasi palsu atau hoax melalui WhatsApp menjadi perhatian global. World Global Influencer Leader dari empat negara telah melakukan pembahasan dengan pihak WhatsApp untuk mewujudkan langkah pengurangan penyebaran hoaks.

"Dalam pembahasan itu, Indonesia diwakili oleh  Menteri Kominfo Rudiantara," bunyi siaran pers Kementerian Kominfo.

Pembatasan jumlah forward pesan melalui WhatsApp, lanjut siaran pers itu, telah dibahas sejak kuartal ketiga tahun 2018. Adapun beta test fitur itu telah dilakukan sejak dua bulan terakhir.

"Fitur pembatasan forward pesan melaui WhatsApp akan mulai berlaku efektif pada tanggal 21 Januari 2019 waktu Los Angeles atau tanggal 22 Januari 2019 Pukul 12.00 Waktu Indonesia Bagian Barat," bunyi siaran pers Kementerian Kominfo.

Pembatasan jumlah forward pesan pada aplikasi Whatsapp itu, menurut Kementerian Kominfo, baru berlaku untuk pengguna OS Android. Untuk IOS sedang dalam proses pengembangan.

"Menteri Kominfo Rudiantara mengapresiasi langkah WhatsApp untuk mengurangi  penyebaran konten negatif di platform pesan instan itu," pungkas siaran pers Kementerian Kominfo. (Setkab)

Kemen PUPR Target Bangun 699 Unit Huntara Korban Gempa Bumi di Sulteng

Posted: 22 Jan 2019 12:07 PM PST

Kemen PUPR Target Bangun 699 Unit Huntara Korban Gempa Bumi di SultengJAKARTA, LELEMUKU.COM - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan sebanyak 699 unit hunian sementara (huntara) bagi korban bencana gempa bumi di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) akan bisa diselesaikan bulan Februari 2019 mendatang.

"Ditargetkan 699 unit huntara dapat rampung pada akhir Februari 2019. Namun untuk dapat dihuni masih diperlukan waktu tambahan untuk pemasangan sambungan air bersih, listrik oleh PLN, dan sarana prasarana lingkungan lainnya," kata Direktur Bina Penataan Bangunan, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR Iwan Suprijanto sebagaimana dikutip laman Kementerian PUPR.

Hingga 20 Januari lalu, progres pembangunan 699 unit huntara di 72 lokasi itu tercatat sebanyak 691 unit di 72 lokasi sudah dikerjakan, dimana 217 unit yang tersebar di 30 lokasi sudah selesai.

Ke-217 unit yang sudah diselesaikan itu, 26 unit diantaranya sudah diserahkan kepada Pemerintah Daerah yakni 10 unit di Kelurahan Silae yang dikerjakan oleh PT. Brantas Abipraya pada tanggal  17 Desember 2018, serta 16 unit di Kelurahan Duyu yang dikerjakan oleh PT. Adhi Karya dan PT. Hutama Karya pada 15 Januari 2019.

"Dari 26 unit Huntara yang sudah dihuni, sebanyak 221 bilik sudah dihuni oleh 31 Kepala Keluarga (KK) di Silae dan 191 KK di Duyu. Ada 1 unit huntara di Kelurahan Duyu yang dimanfaatkan untuk bangunan Puskesmas pembantu," kata Iwan.

Pembangunan huntara dikerjakan oleh 7 BUMN Karya dan 11 kontraktor swasta lokal. BUMN Karya yang terlibat PT. Adhi Karya, PT. Wijaya Karya, PT. Waskita Karya, PT. Hutama Karya, PT. Nindya Karya, PT. Brantas Abipraya dan PT. PP.

Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR di Sulteng Arie Setiadi Moerwanto mengatakan semakin cepat masyarakat bisa menempati huntara semakin baik. Dengan demikian, dapat dilakukan evaluasi kekurangan yang ditemui serta dapat mengetahui jumlah pembangunan huntara yang sesuai kebutuhan.

"Huntara yang sudah dibangun dapat menjadi standar bagi pihak-pihak yang ingin membantu dalam penyediaan hunian di Palu, Sigi dan Donggala," kata Arie.

Untuk pembangunan hunian tetap, Gubernur Sulteng telah menandatangani Surat Keputusan mengenai penetapan lokasinya yakni di Kota Palu seluas 360,93 Ha, meliputi di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga seluas 79,3 Ha dan Kelurahan Tondo dan Talise, Kecamatan Mantikulore seluas 481,63 Ha. Kemudian, Kabupaten Sigi seluas 362 Ha yang terletak di Desa Pombewe 201,12 Ha dan Desa Oloboju seluas 160, 88 Ha Kecamatan Sigi Biromaru. Pembangunan hunian tetap akan menggunakan konstruksi tahan gempa.

Selain hunian, pembangunan dan perbaikan fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit dan puskesmas juga menggunakan konstruksi tahan gempa sesuai dengan prinsip Build Back Better. Pembangunan RS Undata dan RS Anutapura di Kota Palu akan menjadi pilot project konstruksi bangunan tahan gempa.(Setkab)

Niken Zulkieflimansyah Minta Program BASNO Terus Digenjot

Posted: 22 Jan 2019 04:08 AM PST

Niken Zulkieflimansyah Minta Program BASNO Terus DigenjotMATARAM, LELEMUKU.COM - Ketua TP. PKK Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE. M. Sc. menghadiri Rapat Evaluasi dan Koordinasi Program BAZNAZ-BASNO (Buang Air Sembarangan Nol) Tahun 2018-2019, yang berlokasi di Lesehan Green Asri. Mataram, Rabu (16/1).

Hj. Niken mengapresiasi pelaksanaan BASNO tersebut dengan berpendapat bahwa BASNO harus merupakan syarat penetapan Desa wisata. Istri Gubernur NTB itu berharap dan meminta agar program itu dapat terus dilanjutkan dan digenjot.

"Saya mendukung sinergitas OPD atas banyaknya pencapaian yang telah dicapai, namun harus terus kita gali lagi, dan kalau bisa salah satu syarat penting penetapan desa pariwisata juga harus BASNO," ungkapnya.

Harapannya agar pelaksanaan BASNO yang sudah mencapai target 50% di tahun lalu, dapat dilanjutkan pada tahun ini dengan maksimal. Terlebih point pentingnya terhadap perhatian untuk masyarakat Kabupaten Lombok Utara yang hampir keseluruhan terkena dampak bencana gempa.

Menurut laporan Dinas Kesehatan Provinsi NTB, bahwa Kabupaten Sumbawa barat telah melaksanakan BASNO sepenuhnya, dan menurut kesimpulan bahwa ada gap cukup tinggi sekitar 18% untuk mencapai akses universal sanitasi tahun 2019. Beban yang cukup tinggi itu ada di kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Utara, Sumbawa, Dompu dan Kota bima. Dampak dari sanitasi yang buruk ini menimbulkan angka stunting dan akan menambah beban biaya pada masyarakat miskin yang mengalami kejadian penyakit.

Sedangkan laporan dari dinas PUPR adalah pencapaian Pangtimas ( Pengembangan Air minum dan sanitasi Masyarakat ), yang dimulai dari tahun 2013 sampai sekarang. Dan sekitar hampir 400 desa mencapai target program, dengan kebijakan Bappeda diharapkan akan mendorong agar Pangsimas menambah cakupan Desa BASNO yang lain.

Rakor ini diselenggarakan oleh Bappeda Provinsi Nusa Tenggara Barat, sebagai bahan evaluasi program. Peserta Rapat Koordinasi tersebut dihadiri oleh Pokja AMPL, yang terdiri dari Bappeda, Dinas Kesehatan dan MUI. (HumasNTB)

Sitti Rohmi Djalillah Buka Pelatihan Sistem Perlindungan Anak di NTB

Posted: 22 Jan 2019 03:59 AM PST

Sitti Rohmi Djalillah Buka Pelatihan Sistem Perlindungan Anak di NTBMATARAM, LELEMUKU.COM - Wakil Gubernur NTB Dr. Hj.Sitti Rohmi Djalillah membuka Acara Pelatihan  Perlindungan Anak yang diselenggarakan atas kerjasama Pemerintah Provinsi NTB bersama Lembaga Perlindungan Anak  NTB dan UNICEF Sistem, di Holiday Resort Lombok, Rabu (16/1).

Wakil Gubernur NTB Hj. Rohmi yang didampingi oleh KetuaTP PKK Prov. NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, saat itu menyampaikan bahwa perlindungan anak tidak hanya dalam hal kekerasan saja, namun juga mencakup hak-hak anak seperti pendidikan dan kesehatannya.

Dijelaskan pula bahwa perlindungan anak bukan hanya tangung jawab pemerintah, namun merupakan tanggung jawab semua pihak. oleh karenanya, dengan adanya Pelatihan sistem perlindungan anak ini, diharapkan para fasilitator dapat bekerja lebih maksimal.

"Saya berharap program ini jangan hanya wacana, program ini tidak boleh disia-siakan dan ini  akan bisa berhasil jika kita bisa menggandeng tokoh masyarakat dan tokoh agama, " jelas wagub.

Sementara itu Kepala Sub Bidang Perlindungan anak Bappenas Ir. Yosi Diani Tresna, menambahkan bahwa  fasilitator ini, nantinya akan bekerja di daerah dengan bersinergi dan berkoordinasi bersama dinas terkait, dalam hal perlindungan anak.

"Anak-anak harus tetap mendapatkan perlindangan melalui prosedur yang telah ditetapkan pemerintah, yang didalamnya akan melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Kepolisian dan Pelayanan Kesehatan," ujar yosi.

Pelatihan ini akan berlangsung selama 3 hari dan diikuti oleh 60 peserta dari kabupaten/Kota. Tujuan dilksanakannya pelatihan ini adalah, untuk membentuk kebijakan-kebijakan strategis dalam hal perlindunganan anak kedepan. (HumasNTB)

Ateng Dangeubun, Saksi Kebersamaan Satgas Yonif Kabaressi di Akesibu

Posted: 22 Jan 2019 03:51 AM PST

JAILOLO, LELEMUKU.COM - Di Halmahera Barat, Ateng Dangeubun (58) terlihat berbinar matanya sembari terus mengumbar senyum kecil bahagia. Tak pernah terbayangkan dibenak oleh ayah dua anak ini, bahwa istrinya yang mengalami sakit yang berkelanjutan mampu pulih kembali.

Nona Dangeubun (55) Warga desa Akesibu ini, hanya bisa terbaring di atas kasur rumahnya karena sakit yang dideritanya & tidak mampu untuk melaksanakan pengobatan lebih lanjut dan hanya menjalani pengobatan kampung saja karena kebutuhan ekonomi terbatas. Suami yang hanya bekerja sebagai pengkorek kelapa hanya bisa menangis & pasrah melihat istrinya terbaring lemah di tempat tidur rumahnya.

Anggota Satgas Pos 1 SSK II Ibu Pada saat melaksanakan Anjangsana kerumah bpk Ateng Dangeubun kemudian melihat keadaan istrinya yang sedang sakit dan hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur, Danpos 1 SSK II ibu Sertu Muhammad Lutfi bersama anggotanya lantas membawa ibu Nona Dangaeubun yang sedang sakit parah tersebut ke puskesmas kecamatan ibu Kab Halmahera Barat untuk melaksanakan pengobatan Dan langsung mendapatan perawatan.

Karena keterbatasan peralatan yang tersedia di Puskesmas maka ibu Nona Dangaeubun langsung dirujuk ke RSUD Jailolo Kab Halmahera Barat dengan di temani Oleh Danpos 1 SSK II bersama Angota dan suaminya untuk mendapatkan perawatan lebih Lanjut.

Dengan rasa peduli serta Tanggung Jawab atas warga desa Binaannya dengan niat tulus ikhlas Anggota Pos Satgas Yonif 731/Kabaresi Pos 1 SSK II membantu proses pengobatan dan pengurusan selama berada di RSUD Jailolo Setelah beberapa hari mendapat pengobatannya & perawatan Di RSUD jailolo akhirnya ibu Nona Dangeubun bisa sembuh Dan berkumpul bersama Keluarganya kembali.

Ateng Dangeubun berserta Istrinya yang masih dalam kondisi lemah pasca perawatan akhirnya bisa tersenyum Dan bersukur atas kesembuhan istrinya. Ucapan Terimakasih yang sangat besar di ucapkannya untuk Satgas Yonif 731/Kabaresi Pos 1 SSK II Ibu yg telah berpartisipasi dalam membantu mengobati serta meluangkan waktu demi kesembuatan istrinya semoga tuhan yang maha esa membalas dan memberikan segala hal yang terbaik seluruh Satgas Yonif 731/Kaberesi.*ungkapnya.

Danpos 1 SSK II Sertu Muhammad Lutfi mewakili seluruh Anggota mengatakan akan membantu secara maksimal apapun kesulitas Rakyat tanpa melupakan tugas, tanggung jawab dan kewajiban pokoknya dalam rangka Operasi Pengaman Daerah Rawan Maluku & Maluku Utara.(Penrem152)

Teguh Sarwono Jadi Wakapolda Maluku Gantikan Akhmad Wiyagus

Posted: 21 Jan 2019 08:49 PM PST

Teguh Sarwono Jadi Wakapolda Maluku Gantikan Akhmad WiyagusAMBON, LELEMUKU.COM - Kombes Pol Drs. Teguh Sarwono, M.Si menjabat Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku yang baru menggantikan Brigjen Pol Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si.

Menurut rilis yang diterima Lelemuku.com pada Selasa (22/1), mutasi ini berdasar pada Surat Telegram Kapolri dengan nomor ST/188/I/KEP/2019 tertanggal 22 Januari 2019.

Teguh Sarwono sebelumnya menjabat sebagai Kabagrendafung Rorenmin pada Itwasum di Mabes Polri dan pernah menjadi Wakapolda DI Yogyakarta. Sementara Akhmad Wiyagus akan menjabat sebagai Wakapolda Jawa Barat (Jabar).

Selain di Polda Maluku, mutasi pula terjadi di Polda Maluku Utara (Malut), yakni Kombes Pol. Lukas AKbar Abriari, SIK., MH yang sebelumnya adalah Wadirtipidter pada Bareskrin Polri menjadi Wakapolda Malut. (Albert Batlayeri)

Bagi ke WA Bagi ke G+